.

SELAMAT DATANG .... MOHON MAAF...SITUS INI SEDANG DALAM PERBAIKAN...

Minggu, 18 November 2012

pekerjaan kusen, pintu dan jendela (1)


PENDAHULUAN


Suatu pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Demikian pula suatu jendela terdiri atas kusen atau gawang dan daun jendela. Kusen dipasang tetap atau mati di dalam tembok, daunnya digantungkan pada kusen dengan engsel dan dapat berputar pada engsel ini. Tetapi ada juga jendela yang daunnya dipasang tetap atau mati di dalam kusennya disebut jendela tetap atau jendela mati. Jendela tetap biasanya hanya dipakai untuk tujuan penerangan suatu ruangan atau perhawaan.
Daun pintu atau daun jendela ada pula yang tidak berputar pada engsel, melankan beregeser di depan kusennya. Pintu atau jendela ini disebut pintu geser atau pintu sorong, jendela geser atau jendela sorong.
Pintu dan jendela bisa berdaun satu atau dua. Selanjutnya, daun pintu dan jendela disebut berputar kiri kalau arah putarannya ke kiri dan berputar ke kanan kalau arah putarannya ke kanan. Untuk menentukan arah putaran ke kiri atau ke kanan, kita berdiri di tengah kusen dengan punggung membelakangi engsel penggantung daun pintu atau jendela. Kalau daunnya berputar kearah tangan kiri kita, disebut daun berputar kiri. Perbedaan sebutan berputar kiri dan kanan itu penting, karena alat penggantung (engsel) dan alat pengunci untuk kedua macam daun pintu atau daun jendela itu tidak sama
Lebar dan tinggi pintu dan jendela diukur dari sisi dalam kusen sampai sisi dalam kusen. Ukuran ini disebut ukuran harian. Jadi ada lebar harian adan ada tinggi harian pintu dan jendela. Ukuran yang lazim dipakai untuk pintu dan jendela adalah sebagai berikut :
Lebar pintu
Untuk rumah induk 0,80 m kalau berdaun satu dan 1,3 -1,4 m atau lebih lebar untuk yang berdaun dua
Untuk bangunan turutan atau bangunan pelengkap : 0,7- 0,75 m
Untuk garasi 2,5-3,0 m
Tinggi pintu
Untuk rumah induk 2,2 m
Untuk bangunan pelengkap 2,1 m
Untuk garasi 2,3 m
Lebar jendela
Untuk rumah induk 0,8m kalau berdaun satu dan 1,3 -1,4 m kalau berdaun dua
Untuk bangunan pelengkap 0,65-0,75 m kalau berdaun satu dan 1,1 m kalau berdaun dua

Tinggi jendela
Sisi atas jendela dibuat sama tinggi dengan sisi atas pintu. Sisi bawahnya, tergantung pada kesukaan pemilik bangunan, dibuat beberapa desimeter (0,5-0,7 m) diatas lantai banguanannya.